Jumat, 30 Oktober 2009
Alasan Berkoperasi
ALASAN MENGAPA KITA PERLU BERKOPERASI
ALASAN HISTORIS
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak berbeda dengan sejarah banyak negara–negara berkembang lainnya. Setelah merdeka, bangsa Indonesia mulai berbenah diri. Salah satu upaya yang segera dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah memperbaiki taraf hidup rakyat banyak, yaitu dengan melaksanakan pembangunan perekonomian sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Sebagaimana terungkap dari penjelasan pasal 33 UUD 1945, koperasi ditetapkan sebagai bentuk perusahaan yang sesuai untuk melaksanakan tujuan tersebut.
ALASAN POLITIS
Alasan ini bersumber pada pepatah “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Bila orang-orang yang termasuk golongan ekonomi lemah menyatukan diri dalam suatu badan usaha, secara tidak langsung mereka juga menyatukan dirinya menjadi suatu kekuatan politis.
Dengan bersatu dalam wadah koperasi, akan membawa orang-orang yang terbatas kemampuan ekonominya kedalam posisi yang lebih kuat.
ALASAN EKONOMIS
a. Untuk menekan biaya usaha
Salah satu alasan terpenting untuk mendirikan dan bergabung menjadi anggota koperasi adalah untuk menekan biaya usaha. Jika petani-petani kecil di pedesaan menyatukan usaha kedalam koperasi pertanian misalnya, maka beban usahanya tiap petani akan berkurang dibandingkan kalau tiap petani mengerjakan usaha pertaniannya sendiri-sendiri.
b. Meningkkatkan pelayanan kepada anggota
Salah satu tujuan koperasi ialah memberikan atau pelayanan atas jasa-jasanya bagi para anggota. Jasa-jasa ini sebelumnya sulit diperoleh misalnya, jika sebelum bersatu dalam koperasi para petani tidak dapat menikmati manfaat dari pembelian pupuk secara bersama-sama. Melalui koperasi, petani dapat memperoleh pupuk yang lebihh murah, dapat ia menerima pupuknya di pematang sawah karena ia dapat memperoleh pupuknya di pematang sawah.
c. Membuka kesempatan untuk bergabung dalam badan usaha
Dengan menjadi anggota koperasi, maka orang yang bermodal kecil dapat diangkat harga dirinya. Sebagai anggota koperasi, ia berhak ikut serta menentukan jalannya perusahaan bersama-sama dwngan anggota lainya yang turut dalam rapat anggota. Turut sertanya orang-orang yang terbatas kemampuan ekonominya dalam koperasi akan memberi peluang bagi mereka untuk ikut serta secara aktif dalam membangun perekonomian.
ALASAN SOSIOLOGIS
Selain memiliki kebutuhan ekonomi, setiap manusia juga memiliki kebutuhan sosial. Selaku makhluk sosial, manusia saling membutuhkan satu sama lain. Upaya memenuhi kebutuhan ini biasanya mendorong setiap orang untuk mencari teman senasib dan seperjuangan. Rasa senasib dan seperjuangan itulah antara lain yang mendorong seseorang untuk menyatukan diri kedalam koperasi, yaitu untuk mengatasi atau mencukupi kebutuhan yang dirasakannya itu secara bersama-sama.
ALASAN YURIDIS
Secara hukum, pendirian koperasi diberbagai negera diatur dan dilindungi oleh undang-undang. Landasan yuridis pendirian koperasi di indonesia dapat dilihat dari beberapa produk hukum UUD, undang-undang serta berbagai ketentuan dan lainya yang nerkaitan dengan koperasi, yang paling penting diantaranya tentulah UUD 1945 pasal 33 ayat 1, bahwa “perekonomian disusun sebagai usaha bersama sebagai asas kekeluargaan”. Penegasan penjelasan pasal 33 UUD 1945 itulah yang menjadi dasar pendirian dan pengembangan koperasi di Indonesia sekaligus merupakan alasan utama bagi seseorang untuk bergabung menjadi anggota koperasi.
ALASAN HISTORIS
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak berbeda dengan sejarah banyak negara–negara berkembang lainnya. Setelah merdeka, bangsa Indonesia mulai berbenah diri. Salah satu upaya yang segera dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah memperbaiki taraf hidup rakyat banyak, yaitu dengan melaksanakan pembangunan perekonomian sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Sebagaimana terungkap dari penjelasan pasal 33 UUD 1945, koperasi ditetapkan sebagai bentuk perusahaan yang sesuai untuk melaksanakan tujuan tersebut.
ALASAN POLITIS
Alasan ini bersumber pada pepatah “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Bila orang-orang yang termasuk golongan ekonomi lemah menyatukan diri dalam suatu badan usaha, secara tidak langsung mereka juga menyatukan dirinya menjadi suatu kekuatan politis.
Dengan bersatu dalam wadah koperasi, akan membawa orang-orang yang terbatas kemampuan ekonominya kedalam posisi yang lebih kuat.
ALASAN EKONOMIS
a. Untuk menekan biaya usaha
Salah satu alasan terpenting untuk mendirikan dan bergabung menjadi anggota koperasi adalah untuk menekan biaya usaha. Jika petani-petani kecil di pedesaan menyatukan usaha kedalam koperasi pertanian misalnya, maka beban usahanya tiap petani akan berkurang dibandingkan kalau tiap petani mengerjakan usaha pertaniannya sendiri-sendiri.
b. Meningkkatkan pelayanan kepada anggota
Salah satu tujuan koperasi ialah memberikan atau pelayanan atas jasa-jasanya bagi para anggota. Jasa-jasa ini sebelumnya sulit diperoleh misalnya, jika sebelum bersatu dalam koperasi para petani tidak dapat menikmati manfaat dari pembelian pupuk secara bersama-sama. Melalui koperasi, petani dapat memperoleh pupuk yang lebihh murah, dapat ia menerima pupuknya di pematang sawah karena ia dapat memperoleh pupuknya di pematang sawah.
c. Membuka kesempatan untuk bergabung dalam badan usaha
Dengan menjadi anggota koperasi, maka orang yang bermodal kecil dapat diangkat harga dirinya. Sebagai anggota koperasi, ia berhak ikut serta menentukan jalannya perusahaan bersama-sama dwngan anggota lainya yang turut dalam rapat anggota. Turut sertanya orang-orang yang terbatas kemampuan ekonominya dalam koperasi akan memberi peluang bagi mereka untuk ikut serta secara aktif dalam membangun perekonomian.
ALASAN SOSIOLOGIS
Selain memiliki kebutuhan ekonomi, setiap manusia juga memiliki kebutuhan sosial. Selaku makhluk sosial, manusia saling membutuhkan satu sama lain. Upaya memenuhi kebutuhan ini biasanya mendorong setiap orang untuk mencari teman senasib dan seperjuangan. Rasa senasib dan seperjuangan itulah antara lain yang mendorong seseorang untuk menyatukan diri kedalam koperasi, yaitu untuk mengatasi atau mencukupi kebutuhan yang dirasakannya itu secara bersama-sama.
ALASAN YURIDIS
Secara hukum, pendirian koperasi diberbagai negera diatur dan dilindungi oleh undang-undang. Landasan yuridis pendirian koperasi di indonesia dapat dilihat dari beberapa produk hukum UUD, undang-undang serta berbagai ketentuan dan lainya yang nerkaitan dengan koperasi, yang paling penting diantaranya tentulah UUD 1945 pasal 33 ayat 1, bahwa “perekonomian disusun sebagai usaha bersama sebagai asas kekeluargaan”. Penegasan penjelasan pasal 33 UUD 1945 itulah yang menjadi dasar pendirian dan pengembangan koperasi di Indonesia sekaligus merupakan alasan utama bagi seseorang untuk bergabung menjadi anggota koperasi.
Kamis, 29 Oktober 2009
TIPS UNTUK MAJU
BERPIKIR RASIONAL
INTELEGENT QUETIENT / IQ
PENGENDALIAN EMOSI
EMOTIONAL QUETIENT / EQ
POSITIF THINKING
PERCAYA DIRI
KEPERCAYAAN DAN BERKETUHANAN
SPIRITUAL QUETIENT
CARA BERPIKIR POSITIP
MELIHAT MASALAH SEBAGAI TANTANGAN
MENIKMATI HIDUP (BERSYUKUR DAN BERSIH HATI)
PIKIRAN TERBUKA (MENERIMA IDE DAN SARAN)
MENGENYAHKAN PIKIRAN NEGATIP
BERSYUKUR
TIDAK BIKIN ALASAN TAPI TINDAKAN (NATO)
MENGGUNAKAN BAHASA POSITIF
MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH YANG POSITIF
PEDULI PADA CITRA DIRI
KUNCI KEPERCAYAAN
AKIDAH YANG SHOLEH
PAHAM AGAMA DAN MENGAMALKAN
PENYAYANG
AKHLAK MULIA
MENYEJUKAN PANDANGAN
CERDAS DAN BIJAK DALAM MENYAMPAIKAN PERASAAN
KIAT PERCAYA DIRI
BERANI DAN BERTANGGUNG JAWAB
NILAI POSITIF DAN KEPERCAYAAN
MAMPU MEMBACA POTENSI DIRI
BERANI MENGAMBIL RESIKO
TOLAK SARAN NEGATIF
IKUTI SARAN FOSITIF
TUJUH PILAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEBIJAKAN
o MENGKAJI KEBIJAKAN
o MENGANALISIS KONDISI PERUSAHAAN
o MERUMUSKAN TUJUAN TUJUAN
o MENGUMPULKAN DATA DATA
o MENGANALISIS DATA
o MERUMUSKAN ALTERNATIF
o MENETAPKAN LANGKAH LANGKAH
KEPRIBADIAN YANG BAIK
POSITIF THINGKING
HARUS AKUI AKAN KEKUATAN ORANG LAIN
SUPEL – MURAH SENYUM
TRUST – KONEKS
MENCIPTAKAN POLA PIKIR POSITIF (DOA DAN MEDITASI)
HAMBATAN MENUJU SEBUAH KESUKSESAN
HAMBATAN INTERNAL
MALAS
TAKUT
MALU
PUAS DIRI
PUTUS ASA
PESIMIS
BELUM MEMAHAMI KEMAMPUAN DIRI
RENDAHNYA KEMAMPUAN
POTENSIAL
RENDAHNYA KEMAMPUAN AKADEMIK
MISKIN IMPIAN
HAMBATAN EKSTERNAL
FISIK
LINGKUNGAN
KETRAMPILAN
KURANG INFORMASI
KURANG KEMAMPUAN BELAJAR
CARA MENGHORMATI DIRI SENDIRI
MENTAUHIDKAN ALLAH
BERAKHLAK MULIA
SABAR
JUJUR DAN AMANAH
MENGAKUI KESILAPAN DIRI
BERSEDIA MENERIMA TEGURAN
BERPIKIR POSITIF DAN BERPRASANGKA BAIK
SUNGGUH SUNGGUH
MENGHARGAI ORANG LAIN
MENERIMA TAKDIR
TIDAK MENGHINA DIRI SENDIRI
POSITIF THINKING
• GUNAKAN KATA BAHASA POSITIF
• BIARKAN PIKIRAN DIISI DENGAN KEBERHASILAN DAN KESUKSESAN
• COBALAH MENGHILANGKAN PIKIRAN NEGATIF
• JANGAN BAYANGKAN KEGAGALAN
• COBALAH UNTUK TIDAK MEMIKIRKAN SESUATU SECARA BERLEBIHAN
• PENUHI PIKIRAN ANDA DENGAN TALENTA
• BERGAUL DENGAN PIKIRAN POSITIF
• MEMBACA BUKU
• BIASAKAN DUDUK DAN BERJALAN TEGAK
• OLAHRAGA
(KIAT MENUJU PERUBAHAN)
DIAN AGUS PRASETYO,S.Pd
BERPIKIR RASIONAL
INTELEGENT QUETIENT / IQ
PENGENDALIAN EMOSI
EMOTIONAL QUETIENT / EQ
POSITIF THINKING
PERCAYA DIRI
KEPERCAYAAN DAN BERKETUHANAN
SPIRITUAL QUETIENT
CARA BERPIKIR POSITIP
MELIHAT MASALAH SEBAGAI TANTANGAN
MENIKMATI HIDUP (BERSYUKUR DAN BERSIH HATI)
PIKIRAN TERBUKA (MENERIMA IDE DAN SARAN)
MENGENYAHKAN PIKIRAN NEGATIP
BERSYUKUR
TIDAK BIKIN ALASAN TAPI TINDAKAN (NATO)
MENGGUNAKAN BAHASA POSITIF
MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH YANG POSITIF
PEDULI PADA CITRA DIRI
KUNCI KEPERCAYAAN
AKIDAH YANG SHOLEH
PAHAM AGAMA DAN MENGAMALKAN
PENYAYANG
AKHLAK MULIA
MENYEJUKAN PANDANGAN
CERDAS DAN BIJAK DALAM MENYAMPAIKAN PERASAAN
KIAT PERCAYA DIRI
BERANI DAN BERTANGGUNG JAWAB
NILAI POSITIF DAN KEPERCAYAAN
MAMPU MEMBACA POTENSI DIRI
BERANI MENGAMBIL RESIKO
TOLAK SARAN NEGATIF
IKUTI SARAN FOSITIF
TUJUH PILAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEBIJAKAN
o MENGKAJI KEBIJAKAN
o MENGANALISIS KONDISI PERUSAHAAN
o MERUMUSKAN TUJUAN TUJUAN
o MENGUMPULKAN DATA DATA
o MENGANALISIS DATA
o MERUMUSKAN ALTERNATIF
o MENETAPKAN LANGKAH LANGKAH
KEPRIBADIAN YANG BAIK
POSITIF THINGKING
HARUS AKUI AKAN KEKUATAN ORANG LAIN
SUPEL – MURAH SENYUM
TRUST – KONEKS
MENCIPTAKAN POLA PIKIR POSITIF (DOA DAN MEDITASI)
HAMBATAN MENUJU SEBUAH KESUKSESAN
HAMBATAN INTERNAL
MALAS
TAKUT
MALU
PUAS DIRI
PUTUS ASA
PESIMIS
BELUM MEMAHAMI KEMAMPUAN DIRI
RENDAHNYA KEMAMPUAN
POTENSIAL
RENDAHNYA KEMAMPUAN AKADEMIK
MISKIN IMPIAN
HAMBATAN EKSTERNAL
FISIK
LINGKUNGAN
KETRAMPILAN
KURANG INFORMASI
KURANG KEMAMPUAN BELAJAR
CARA MENGHORMATI DIRI SENDIRI
MENTAUHIDKAN ALLAH
BERAKHLAK MULIA
SABAR
JUJUR DAN AMANAH
MENGAKUI KESILAPAN DIRI
BERSEDIA MENERIMA TEGURAN
BERPIKIR POSITIF DAN BERPRASANGKA BAIK
SUNGGUH SUNGGUH
MENGHARGAI ORANG LAIN
MENERIMA TAKDIR
TIDAK MENGHINA DIRI SENDIRI
POSITIF THINKING
• GUNAKAN KATA BAHASA POSITIF
• BIARKAN PIKIRAN DIISI DENGAN KEBERHASILAN DAN KESUKSESAN
• COBALAH MENGHILANGKAN PIKIRAN NEGATIF
• JANGAN BAYANGKAN KEGAGALAN
• COBALAH UNTUK TIDAK MEMIKIRKAN SESUATU SECARA BERLEBIHAN
• PENUHI PIKIRAN ANDA DENGAN TALENTA
• BERGAUL DENGAN PIKIRAN POSITIF
• MEMBACA BUKU
• BIASAKAN DUDUK DAN BERJALAN TEGAK
• OLAHRAGA
(KIAT MENUJU PERUBAHAN)
DIAN AGUS PRASETYO,S.Pd
Kamis, 22 Oktober 2009
Jogja kali ini..
22 okt 09, Jogja secara di sadari atau tidak mengalami kenaikan suhu yang cukup signifikan.. dalam ramalan dari BMG dan geofisika jogja masih akan terus mengalami keadaan seperti ini paling tidak, sampai akhir november 2009. puncak suhu yang cukup riskan terjadi pada hari senin 19 oktober 2009, jogja kala itu mengalami peningkatan suhu yang sangat tinggi, dan alhasil suhu pada hari itu mencapai +/- 39 derajat celcius. semua ini sangat meresahkan warga sekaligus meresahkan para peduli lingkungan.
Pemanasan global adalah kata yang tepat, untuk menggambarkan ini semua.. perilaku masyarakat jogja yang kurang ramah pada lingkungan sangat terlihat dari rutinitas mereka yang lebih senang mengenakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, atau bahkan seringnya memakai produk pembungkus makanan dari bahan dasar plastik. semua ini dapat memungkinkan meningkatnya suhu di kota Yogya itu sendiri. Apalagi, jika kita kenarai lebih lanjut, kota Jogja hanya memiliki lahan hijau yang teramat sempit, sebut saja daerah "kota baru & area sekitar Kridosono", yang dicanangkan sebagai lahan hijau pun sepertinya harus di tinjau ulang kembali, bagaimana tidak, di sekitar wilayah tersebut, masih banyak bangunan beton, dan bahkan di alih funngsikan sebagai bangunan bisnis dan beberapa sekolah..
mungkin jika semua di kaitkan ada hubungannya, tetapi semua kembali kepada persepsi masing-masing..
sementara, di lain hal pada senin malamnya, tepat pukul 21.45 wib terdapat gelaran akbar di alun-alun utara Kota Yogyakarta. "Gets Rock", yah mungkin seperti itu slogan yang diberikan panitia untuk menggelar konser Superman Is Dead, band asal Bali tersebut untuk kesekian kalinya tampil di kota gudeg ini.
penampilannya cukup meyakinkan di atas panggung, walau banyak cemooh dari penggemar musik yang lain karena di yakini para personel SID belum memiliki kapasitas dalam bermusik terlebih dalam melaksanakan live performance. Tetapi semua itu d sanggahnya, dengan sukses mengguncang Jogja malam itu. mereka membawa beberapa lagu hits andalannya, antara lain lagu "Lady Rose" yang sukses mengajak hampir seluruh penonton yang hadir riuh menyanyikan lagu melow ala anak Punk Rock seperti SID, atau lagu "Kuat Kita Bersama" yang juga sukses mengajak penonton bernyanyi sambil berdansa dan melonjak-lonjak dengan tentunya dansa ala anak Punk, yah ini lah realita bahwa Jogja masih lekat dengan musik yang mungkin pada sebagian masyarakat adalah musik yang membisingkan telinga. tercatat ada beberapa kelompok penonton yang menghadiri pagelaran musik tersebut, sebut saja Slanker Jogja, beberapa Out Sider (julukan fans SID) dari beberapa kota yaitu, Jogja (sebagai tuan rumah), klaten, sleman, serta Pekalongan.
pagelaran musik itu sendiri di gelar atas dasar peringatan ulang tahun kota Jogja yang di terlaksana bebebrapa hari sebeumnya, yaitu ulang tahun ke-253. sedangkan semua acara ini terlaksana berkat kerjasama rocket production serta PT. Jarum sebagai seponsor.
Lain halnya dari konser musik, Jogja yang lekat dengan istilah kota pelajar pun menggelar hajat besar yaitu Pameran komputer yang bertajuk "YogyaKomTek 2009". acara ini di gelar di Jogja Expo Centre (JEC), dan sukses menarik penguncung ribuan perharinya. acara ini di selenggarakan dari tanggal 17-21 oktober 2009, dan menggelar berbagai macam produk dari pabrikan-pabrikan ternama mulai dari luar sampai dalam negeri pun ikut memeriahkan pameran komputer tersebut.
Pemanasan global adalah kata yang tepat, untuk menggambarkan ini semua.. perilaku masyarakat jogja yang kurang ramah pada lingkungan sangat terlihat dari rutinitas mereka yang lebih senang mengenakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, atau bahkan seringnya memakai produk pembungkus makanan dari bahan dasar plastik. semua ini dapat memungkinkan meningkatnya suhu di kota Yogya itu sendiri. Apalagi, jika kita kenarai lebih lanjut, kota Jogja hanya memiliki lahan hijau yang teramat sempit, sebut saja daerah "kota baru & area sekitar Kridosono", yang dicanangkan sebagai lahan hijau pun sepertinya harus di tinjau ulang kembali, bagaimana tidak, di sekitar wilayah tersebut, masih banyak bangunan beton, dan bahkan di alih funngsikan sebagai bangunan bisnis dan beberapa sekolah..
mungkin jika semua di kaitkan ada hubungannya, tetapi semua kembali kepada persepsi masing-masing..
sementara, di lain hal pada senin malamnya, tepat pukul 21.45 wib terdapat gelaran akbar di alun-alun utara Kota Yogyakarta. "Gets Rock", yah mungkin seperti itu slogan yang diberikan panitia untuk menggelar konser Superman Is Dead, band asal Bali tersebut untuk kesekian kalinya tampil di kota gudeg ini.
penampilannya cukup meyakinkan di atas panggung, walau banyak cemooh dari penggemar musik yang lain karena di yakini para personel SID belum memiliki kapasitas dalam bermusik terlebih dalam melaksanakan live performance. Tetapi semua itu d sanggahnya, dengan sukses mengguncang Jogja malam itu. mereka membawa beberapa lagu hits andalannya, antara lain lagu "Lady Rose" yang sukses mengajak hampir seluruh penonton yang hadir riuh menyanyikan lagu melow ala anak Punk Rock seperti SID, atau lagu "Kuat Kita Bersama" yang juga sukses mengajak penonton bernyanyi sambil berdansa dan melonjak-lonjak dengan tentunya dansa ala anak Punk, yah ini lah realita bahwa Jogja masih lekat dengan musik yang mungkin pada sebagian masyarakat adalah musik yang membisingkan telinga. tercatat ada beberapa kelompok penonton yang menghadiri pagelaran musik tersebut, sebut saja Slanker Jogja, beberapa Out Sider (julukan fans SID) dari beberapa kota yaitu, Jogja (sebagai tuan rumah), klaten, sleman, serta Pekalongan.
pagelaran musik itu sendiri di gelar atas dasar peringatan ulang tahun kota Jogja yang di terlaksana bebebrapa hari sebeumnya, yaitu ulang tahun ke-253. sedangkan semua acara ini terlaksana berkat kerjasama rocket production serta PT. Jarum sebagai seponsor.
Lain halnya dari konser musik, Jogja yang lekat dengan istilah kota pelajar pun menggelar hajat besar yaitu Pameran komputer yang bertajuk "YogyaKomTek 2009". acara ini di gelar di Jogja Expo Centre (JEC), dan sukses menarik penguncung ribuan perharinya. acara ini di selenggarakan dari tanggal 17-21 oktober 2009, dan menggelar berbagai macam produk dari pabrikan-pabrikan ternama mulai dari luar sampai dalam negeri pun ikut memeriahkan pameran komputer tersebut.
Minggu, 18 Oktober 2009
Sejarah Pemikiran Ekonomi, hasil diskusi
Melihat Kembali Ke Belakang.
Ada beberapa aliran yang menjadi acuan perkembangan ilmu ekonomi. Diantaranya kubu monetaris, keynesian, dan yang terakhir rateks.
Paham klasik
Dibedakan menjadi 2, yaitu sebelum tahun 1930-an, yang terjadi untuk bermunculan paham-paham baru yang sedikit lama. Dan setelah tahun 1930-an ditandai dengan perubahan yang berlangsung cepat. Seringkali timbulnya permasalahan baru menyebabkan tidak diterimanya teori atau pendekatan lama, dan terpaksa diganti dengan teori baru.
Pengaruh ekonomi
Perilaku perekonomian selalu berubah setiap saat. Jika perilaku berubah, teori yang diguanakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi juga berubah.
Melihat Ke Depan
Dengan melihat sekilas kedepan, kita dapat mengatasi permasalahan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Beberapa langkah yang dapat di tempuh di masa yang akan datang:
1 Kearah perekonomian pasar.
Mengusahakan agar perekonomian Indonesia lebih mengarah pada perekonomian pasar. Dalam perekonomian yang lebih terbuka harga dan mekanisme pasar dipergunakan sebagai alat yang paling ampuh mengalokasikan sumberdaya.
2 Ke arah perekonomian global
Perekonomian bebas menghendaki ditekannya seminimal mungkin campur tangan pemerintah dalam perekonomian baik domestik maupun dunia. Tetapi, mendapat tentangan dari pemikir ekonomi aliran sejarah, yang beranggapan bahwa tanpa campur tangan pemerintah, maka negara yang lemah akan sulit bersaing dengan negara kuat, karena produk luar negeri akan membanjiri dan produk luar negeri akan masuk dan berkembang, sementara produk dalam negeri akan menjadi tidak laku.
Intinya, globalisasi terjadi ketika diterapkannya formasi global yang ditengarai oleh mekanisme pandangan bebas , di sebabkan oleh adanya kesepakatan perdagangan GATT, yang dibangun atas asumsi perdagangan bebas lebih efisien disbanding system proteksionis. Yang di untungkan dengan globalisasi ialah perusahaan-perusahaan transnasional.
Dampak negativ globalisasi diantaranya ialah Perusahaan-perusahaan transrnasional (TNCs) yangn memaksakankehendak bahwa ekonomi nasional ditunjukan pada system globalisasi, dan mendesak reformasi keijaksanaan nasional, terutama dinegara-negara dunia ketiga, dengan tujuan melindungi mereka dalam beroperasi. Dampaknya selain itu terjadi perubahan struktur lapangan kerja dari lubar intensif ke capital intensif. Dan yang terakhir dari dampak globalisasi ialah munculnya perilaku konsumtiif masyarakat di berbagai kategori usia, lapisan, dan kelompok.
3 Peningkatan mutu sumber daya manusia dan teknologi
Hanya bangsa yang tinggi kualitas sumberdaya manusia dan teknologi yang dapat maju untuk mengnhadapi kondisi perekonomian yang semakin universal.
4. Peran institusi (kelembagaan)
Pemerintah dengan berbagai undang-undang anti monopoli, undang-undang perlindungan konsumen, semuanya dapat mengoreksi yang menjamin pemerataan bagi yang mempunyai modal dan teknologi yang diakibatkan perekonomian yang mengandalkan mekanisme pasar.
Arti Mempelajari Sejarah Ilmu Ekonomi
Kita sadari bahwa paparan yang dikemukakan di muka mengenai pendapat-pendapat tentang ekonomi yang terangkum dalam berbagai mazhab adalah untuk menjadikan kita terbelenggu. Seharusnya, yang perlu diingat bahwa tujuan sejarah ilmu ekonomi bukanlah lukisan kejadian-kejadian ekonomi yang sebenarnya, akan tetapi merupakan lukisan pendapat-pendapat para ahli ekonomi.
Para ahli sejarah yang mempunyai pandangan jauh lebih dalam tentang ekonomi pada zamannya. Akhirnya, orang-orang menganggap bahwa teori-teorin ekonomi yang timbul di zaman lampau yang cocok diterapkan dalam kejadian-kejadian ekonomi di masa sekarang. Padahal cara pandangan tersebut adalah salah besar. Di zaman sekarang sudah sewajarnya menetapkan syarat-syarat bagi pandangan terhadap masa lampau.
Sejarah Pemikiran Ekonomi PraKlasik, Klasik, Sosialis dan NeoKlasik.
Physiokrat
Physiokrat menganggap bahwa saat masa merkantilisme, pemerintahan Perancis cemburu terhadap Belanda yang sudah berorientasi Industri. Mazhab physiokrat berpendapat bahwa, alam adalah segalanya. Bahkan mereka menganggap dengan mengendalikan hasil alam saja, maka sebuah Negara dapat memenuhi kebutuhannya
Hukum Chuluk
Hanya pertanianlah yang produktif atau dimana terjadinya kestabilan hasil. Dan dikenal dengan adanya harmoni ekonomi, yaitu keselarasan dalam kehidupan ekonomi dalam masyarakat. Segala sesuatu yang menyimpang dari keselarasan (harmoni) akan membuat kekacauan. Subsidi merupakan perampokan yang merajalela yang menyengsarakan rakyat, Karena membuat rakyat tidak mandiri dan bergantung dengan subsidi.
Ada beberapa aliran yang menjadi acuan perkembangan ilmu ekonomi. Diantaranya kubu monetaris, keynesian, dan yang terakhir rateks.
Paham klasik
Dibedakan menjadi 2, yaitu sebelum tahun 1930-an, yang terjadi untuk bermunculan paham-paham baru yang sedikit lama. Dan setelah tahun 1930-an ditandai dengan perubahan yang berlangsung cepat. Seringkali timbulnya permasalahan baru menyebabkan tidak diterimanya teori atau pendekatan lama, dan terpaksa diganti dengan teori baru.
Pengaruh ekonomi
Perilaku perekonomian selalu berubah setiap saat. Jika perilaku berubah, teori yang diguanakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi juga berubah.
Melihat Ke Depan
Dengan melihat sekilas kedepan, kita dapat mengatasi permasalahan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Beberapa langkah yang dapat di tempuh di masa yang akan datang:
1 Kearah perekonomian pasar.
Mengusahakan agar perekonomian Indonesia lebih mengarah pada perekonomian pasar. Dalam perekonomian yang lebih terbuka harga dan mekanisme pasar dipergunakan sebagai alat yang paling ampuh mengalokasikan sumberdaya.
2 Ke arah perekonomian global
Perekonomian bebas menghendaki ditekannya seminimal mungkin campur tangan pemerintah dalam perekonomian baik domestik maupun dunia. Tetapi, mendapat tentangan dari pemikir ekonomi aliran sejarah, yang beranggapan bahwa tanpa campur tangan pemerintah, maka negara yang lemah akan sulit bersaing dengan negara kuat, karena produk luar negeri akan membanjiri dan produk luar negeri akan masuk dan berkembang, sementara produk dalam negeri akan menjadi tidak laku.
Intinya, globalisasi terjadi ketika diterapkannya formasi global yang ditengarai oleh mekanisme pandangan bebas , di sebabkan oleh adanya kesepakatan perdagangan GATT, yang dibangun atas asumsi perdagangan bebas lebih efisien disbanding system proteksionis. Yang di untungkan dengan globalisasi ialah perusahaan-perusahaan transnasional.
Dampak negativ globalisasi diantaranya ialah Perusahaan-perusahaan transrnasional (TNCs) yangn memaksakankehendak bahwa ekonomi nasional ditunjukan pada system globalisasi, dan mendesak reformasi keijaksanaan nasional, terutama dinegara-negara dunia ketiga, dengan tujuan melindungi mereka dalam beroperasi. Dampaknya selain itu terjadi perubahan struktur lapangan kerja dari lubar intensif ke capital intensif. Dan yang terakhir dari dampak globalisasi ialah munculnya perilaku konsumtiif masyarakat di berbagai kategori usia, lapisan, dan kelompok.
3 Peningkatan mutu sumber daya manusia dan teknologi
Hanya bangsa yang tinggi kualitas sumberdaya manusia dan teknologi yang dapat maju untuk mengnhadapi kondisi perekonomian yang semakin universal.
4. Peran institusi (kelembagaan)
Pemerintah dengan berbagai undang-undang anti monopoli, undang-undang perlindungan konsumen, semuanya dapat mengoreksi yang menjamin pemerataan bagi yang mempunyai modal dan teknologi yang diakibatkan perekonomian yang mengandalkan mekanisme pasar.
Arti Mempelajari Sejarah Ilmu Ekonomi
Kita sadari bahwa paparan yang dikemukakan di muka mengenai pendapat-pendapat tentang ekonomi yang terangkum dalam berbagai mazhab adalah untuk menjadikan kita terbelenggu. Seharusnya, yang perlu diingat bahwa tujuan sejarah ilmu ekonomi bukanlah lukisan kejadian-kejadian ekonomi yang sebenarnya, akan tetapi merupakan lukisan pendapat-pendapat para ahli ekonomi.
Para ahli sejarah yang mempunyai pandangan jauh lebih dalam tentang ekonomi pada zamannya. Akhirnya, orang-orang menganggap bahwa teori-teorin ekonomi yang timbul di zaman lampau yang cocok diterapkan dalam kejadian-kejadian ekonomi di masa sekarang. Padahal cara pandangan tersebut adalah salah besar. Di zaman sekarang sudah sewajarnya menetapkan syarat-syarat bagi pandangan terhadap masa lampau.
Sejarah Pemikiran Ekonomi PraKlasik, Klasik, Sosialis dan NeoKlasik.
Physiokrat
Physiokrat menganggap bahwa saat masa merkantilisme, pemerintahan Perancis cemburu terhadap Belanda yang sudah berorientasi Industri. Mazhab physiokrat berpendapat bahwa, alam adalah segalanya. Bahkan mereka menganggap dengan mengendalikan hasil alam saja, maka sebuah Negara dapat memenuhi kebutuhannya
Hukum Chuluk
Hanya pertanianlah yang produktif atau dimana terjadinya kestabilan hasil. Dan dikenal dengan adanya harmoni ekonomi, yaitu keselarasan dalam kehidupan ekonomi dalam masyarakat. Segala sesuatu yang menyimpang dari keselarasan (harmoni) akan membuat kekacauan. Subsidi merupakan perampokan yang merajalela yang menyengsarakan rakyat, Karena membuat rakyat tidak mandiri dan bergantung dengan subsidi.
pointer, Karl Marx - pemikir ekonomi
-Karl Marx adalah seorang filosof – lebih tepatnya seorang filosof sosial – kelahiran Jerman yang dikenal sebagai sosok yang radikal.
-Radikalisme Marx sangat kentara dalam kritik-kritik dan gerakan perlawanannya terhadap situasi sosial masyarakat pada saat itu. Pada jaman Marx masyarakat di bedakan dalam dua kelompok. Yang pertama adalah kelompok kaya (pemilik modal) dan yang kedua adalah kelompok miskin (para buruh – proletar).
-Marx dengan sosialismenya bermaksud merombak struktur sosial yang telah ada sebelumnya.
-Karena aktualitas dan kemendesakannya, ideologi marxisme sempat menjadi salah satu ideologi terbesar.
-Partai-partai buruh juga sempat menggunakan ideologi marxisme sebagai pondasi gerakannya. Karl Marx sendiri pernah menjadi salah satu ketua “Asosiasi Buruh Internasional” tahun 1864.
-Namun dalam perkembangannya, ideologi marxisme tidak nge-trend lagi, bahkan sama sekali mati.
-Matinya atau gagalnya marxisme terutama disebabkan oleh cara pandangnya sendiri yang mereduksi hakekat manusia dari sudut ekonomis materialistis saja.
-Untuk sebuah cita-cita membangun tatanan sosial yang adil dan sejahtera, pola-pola filsafat Karl Marx, jelas tidak recommended lagi.
-Akhirnya, sering dituding orang bahwa teori Marxis di bidang ekonomi sangatlah buruk dan banyak keliru.
-Tentu saja, banyak dugaan-dugaan tertentu Marx terbukti meleset. Misalnya, Marx meramalkan bahwa dalam negeri-negeri kapitalis kaum buruh akan semakin melarat dalam perjalanan sang waktu.
-Marx juga memperhitungkan bahwa kaum menengah akan disapu dan sebagian besar orang-orangnya akan masuk ke dalam golongan proletar dan hanya sedikit yang bisa bangkit dan masuk dalam kelas kapitalis.
-Marx tampaknya percaya, meningkatnya mekanisasi akan mengurangi keuntungan kaum kapitalis, kepercayaan yang bukan saja salah tapi sekaligus juga tampak tolol. Tapi, terlepas apakah teori ekonominya benar atau salah, semua itu tidak ada sangkut-pautnya dengan pengaruh Marx.
-Arti penting seorang filosof terletak bukan pada kebenaran pendapatnya tapi terletak pada masalah apakah buah pikirannya telah menggerakkan orang untuk bertindak atau tidak. Diukur dari sudut ini, tak perlu diragukan lagi Karl Marx punya arti penting yang luarbiasa hebatnya.
-Radikalisme Marx sangat kentara dalam kritik-kritik dan gerakan perlawanannya terhadap situasi sosial masyarakat pada saat itu. Pada jaman Marx masyarakat di bedakan dalam dua kelompok. Yang pertama adalah kelompok kaya (pemilik modal) dan yang kedua adalah kelompok miskin (para buruh – proletar).
-Marx dengan sosialismenya bermaksud merombak struktur sosial yang telah ada sebelumnya.
-Karena aktualitas dan kemendesakannya, ideologi marxisme sempat menjadi salah satu ideologi terbesar.
-Partai-partai buruh juga sempat menggunakan ideologi marxisme sebagai pondasi gerakannya. Karl Marx sendiri pernah menjadi salah satu ketua “Asosiasi Buruh Internasional” tahun 1864.
-Namun dalam perkembangannya, ideologi marxisme tidak nge-trend lagi, bahkan sama sekali mati.
-Matinya atau gagalnya marxisme terutama disebabkan oleh cara pandangnya sendiri yang mereduksi hakekat manusia dari sudut ekonomis materialistis saja.
-Untuk sebuah cita-cita membangun tatanan sosial yang adil dan sejahtera, pola-pola filsafat Karl Marx, jelas tidak recommended lagi.
-Akhirnya, sering dituding orang bahwa teori Marxis di bidang ekonomi sangatlah buruk dan banyak keliru.
-Tentu saja, banyak dugaan-dugaan tertentu Marx terbukti meleset. Misalnya, Marx meramalkan bahwa dalam negeri-negeri kapitalis kaum buruh akan semakin melarat dalam perjalanan sang waktu.
-Marx juga memperhitungkan bahwa kaum menengah akan disapu dan sebagian besar orang-orangnya akan masuk ke dalam golongan proletar dan hanya sedikit yang bisa bangkit dan masuk dalam kelas kapitalis.
-Marx tampaknya percaya, meningkatnya mekanisasi akan mengurangi keuntungan kaum kapitalis, kepercayaan yang bukan saja salah tapi sekaligus juga tampak tolol. Tapi, terlepas apakah teori ekonominya benar atau salah, semua itu tidak ada sangkut-pautnya dengan pengaruh Marx.
-Arti penting seorang filosof terletak bukan pada kebenaran pendapatnya tapi terletak pada masalah apakah buah pikirannya telah menggerakkan orang untuk bertindak atau tidak. Diukur dari sudut ini, tak perlu diragukan lagi Karl Marx punya arti penting yang luarbiasa hebatnya.
pancasila di era globalisasi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Realitas kontemporer memperlihatkan bahwa tantangan terhadap ideologi Pancasila, baik kini maupun nanti, beberapa di antaranya telah tampak di permukaan. Tantangan dari dalam di antaranya berupa berbagai gerakan separatis yang hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apa yang terjadi di Aceh, Maluku, dan Papua merupakan sebagian contoh di dalamnya. Penanganan yang tidak tepat dan tegas dalam menghadapi gerakan-gerakan tersebut akan menjadi ancaman serius bagi tetap eksisnya Pancasila di bumi Indonesia. Bahkan, bisa jadi akan mengakibatkan Indonesia tinggal sebuah nama sebagaimana halnya Yugoslavia dan Uni Soviet.
Tidak kalah seriusnya dengan tantangan dari dalam, Pancasila juga kini tengah dihadapkan dengan tantangan eskternal berskala besar berupa mondialisasi atau globalisasi. Globalisasi yang berbasiskan pada perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi, secara drastis telah mentransendensi batas-batas etnis bahkan bangsa. Jadilah Indonesia kini, tanpa bisa dihindari dan menghindari, menjadi bagian dari arus besar berbagai perubahan yang terjadi di dunia. Sekecil apa pun perubahan yang terjadi di belahan dunia lain akan langsung diketahui atau bahkan dirasakan akibatnya oleh Indonesia. Sebaliknya, sekecil apa pun peristiwa yang terjadi di Indonesia secara cepat akan menjadi bagian dari konsumsi informasi masyarakat dunia. Pengaruh dari globalisasi ini dengan demikian begitu cepat dan mendalam.
B. Rumusan Masalah
1) Apa pengertian globalisasi itu?
2) Sanggupkah Pancasila menjawab berbagai tantangan di era globalisasi tersebut?
3) Akankah Pancasila tetap eksis sebagai ideologi bangsa di era globalisasi?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Globalisasi
Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi berasal dari kata “ global “ yang berarti meliputi seluruh dunia. Jadi globalisasi berarti proses masuknya ke ruang lingkup dunia ( lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia )
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.
Beberapa pengertian globalisasi:
1. Globalisasi adalah sebuah perubahan sosial berupa bertambahnya keterkaitan diantara elemen-elemen yang terjadi akibat perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional
2. Globalisasi juga bisa diartikan proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain
3. Selain itu globalisasi juga berarti meningkatnya saling keterkaitan antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik dan pertukaran kebudayaan. Jadi globalisasi mencakup semua bidang seperti proses perubahan sosial, arus informasi, aliran barang, jasa dan uang serta pertukaran budaya.
B. Kondisi Pancasila Di Era Globalisasi
Kondisi Pancasila di era globalisasi sangatlah terkontaminasi dari adanya berbagai macam aspek yang membuat Pancasila tersebut menjadi tidak seperti yang seharusnya.
Dilihat dari melencengnya nilai-nilai Pancasila yang selama ini telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa ini, sebagai contoh ialah terjadinya dis-integrasi bangsa yang telah jelas-jelas melanggar sila ke-3 yaitu persatuan Indonesia, atau masih banyak yang lainnya.
Dan jika dilihat lagi dari berbagai aspek masalah yang sedang dihadapi bangsa indonesia, kita seharusnya kembali menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila tersebut. karena pancasilalah yang merupakan pondasi bangsa indonesia untuk menghadapi bebagai masalah khususnya di era global seperti saat ini, yang membuat rentan sekali nilai-nilai pancasila tersebut memudar dikarenakan perubahan zaman oleh adanya globalisasi.
C. Pancasila Dapat Menjawab Berbagai Tantangan Di Era Globalisasi
Seharusnya Pancasila sanggup menjawab berbagai tantangan di era globalisasi, karena dari implikasi dari dijadikannya Pancasila sebagai pandangan hidup maka bangsa yang besar ini haruslah mempunyai sense of belonging dan sense of pride atas Pancasila. Untuk menumbuhkembangkan kedua rasa tersebut maka melihat realitas yang tengah berkembang saat ini setidaknya dua hal mendasar perlu dilakukan;
1. penanaman kembali kesadaran bangsa tentang eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Penanaman kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa mengandung pemahaman tentang adanya suatu proses pembangunan kembali kesadaran akan Pancasila sebagai identitas nasional. Upaya ini memiliki makna strategis manakala realitas menunjukkan bahwa dalam batas-batas tertentu telah terjadi proses pemudaran kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Salah satu langkah terbaik untuk mendekatkan kembali atau membumikan kembali Pancasila ke tengah rakyat Indonesia tidak lain melalui pembangunan kesadaran sejarah.Tegasnya Pancasila didekatkan kembali dengan cara menguraikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan rakyat Indonesia, termasuk menjelaskannya bahwa secara substansial Pancasila adalah merupakan jawaban yang tepat dan strategis atas keberagaman Indonesia, baik pada masa lalu, masa kini maupun masa yang akan datang.
2. perlu adanya kekonsistenan dari seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin negeri ini untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak. Janganlah sampai Pancasila ini sekadar wacana di atas mulut yang disampaikan secara berbusa-busa hingga menjadi basi sementara di lapangan penuh dengan perilaku hipokrit. Dengan demikian, penghayatan dan pengamalan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sudah merupakan suatu conditio sine qua non bagi tetap tegaknya Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Salah satu tantangan terbesar yang perlu segera dijawab bangsa yang besar ini, khususnya oleh para pemegang kekuasaan, adalah menjawab tantangan atas lemahnya kesejahteraan rakyat dan penegakan keadilan. Ketimpangan kesejahteraan antara kota dan desa, terlebih Jawa dan luar Jawa merupakan salah satu permasalahan besar yang harus segera dijawab oleh bangsa ini. Terasa sesak bagi kita semua bila mengingat bahwa di alam sejarah dewasa ini masih ada bagian dari bangsa ini yang secara mengenaskan masih hidup di alam prasejarah! Masalah penegakan keadilan juga menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian serius para pengambil kebijakan. Keadilan sosial yang telah lama digariskan para pendiri negeri ini sering menjadi kontraproduktif manakala hendak ditegakkan di kalangan para penguasa dan pemilik uang. Jadilah hingga sekarang ini pisau keadilan yang dimiliki bangsa ini masih merupakan pisau keadilan bermata ganda, tajam manakala diarahkan kepada rakyat kebanyakan, dan tumpul atau bahkan kehilangan ketajamannya sama sekali manakala dihadapkan dengan para pemegang kekuasaan atau pemilik sumber-sumber ekonomi.
Bila dua hal itu saja mampu dikedepankan bisa jadi bangsa yang besar ini tidak akan mudah tergoyahkan oleh berbagai tantangan dan ancaman yang ada, baik dari dalam maupun dari luar. Ancaman dari dalam bisa jadi akan pupus dengan sendirinya manakala kesejahteraan rakyat terkondisikan pada keadaan yang baik dan keadilan dapat ditegakkan dengan seadil-adilnya.
D. Pancasila Tetap Eksis Sebagai Ideologi Bangsa Di Era Globalisasi
Ancaman dari luar, termasuk arus besar globalisasi sekalipun tidak akan menggeruskan Pancasila sebagai sebuah ideologi tetapi justru akan menjadikan Pancasila sebagai kekuatan yang mampu mewarnai arus besar globalisasi. Terlebih karena globalisasi bagi bangsa ini bukanlah merupakan barang baru.
Pada akhirnya, menjadi baik kiranya bila menyimak kembali apa yang pernah dikatakan oleh Roeslan Abdulgani (1986), "Pancasila kita bukan sekadar berintikan nilai-nilai statis, tetapi juga jiwa dinamis. Kurang gunanya kita, hanya secara verbal mencintai kemerdekaan, kalau kita tidak berani melawan penjajahan, baik yang tradisional-kuno maupun yang neokolonial. Kurang gunanya kita, secara verbal saja menjunjung tinggi sila Ketuhanan Yang Mahaesa, kalau kita takut melawan kemusyrikan. Kurang guna kita, secara verbal saja mengagungkan sila Perikemanusiaan, kalau kita membiarkan merajalelanya situasi yang tidak manusiawi. Kurang faedahnya kita, secara verbal saja cinta Persatuan Indonesia, kalau kita membiarkan merajalelanya rasa nasionalisme dan patriotisme merosot dan membiarkan bangsa lain mengeksploitasikan kebodohan dan kelemahan rakyat kita. Kurang manfaatnya kita cinta sila Kerakyatan kalau kita membiarkan keluhan rakyat tersumbat. Kurang artinya kita ngobrol saja tentang sila Keadilan Sosial, kalau kita membiarkan kepincangan sosial ekonomis merajalela.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
bangsa Indonesia sendiri sebagai pemilik Pancasila. Mencoba untuk mencari jawaban atas berbagai tantangan tersebut maka jawabannya adalah bahwa Pancasila akan sanggup menghadapi berbagai tantangan tersebut asalkan Pancasila benar-benar mampu diaplikasikan sebagai weltanschauung bangsa Indonesia.
B. Saran
Kita harus menerapkan nilai-nilai pancasila di era globalisasi karena pancasila merupakan dasar ideologi bangsa indonesia., Sehingga kita sebagai bangsa indonesia tidak mudah terpengaruh oleh perubahan zaman yang dikarenakan adanya globalisasi.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Realitas kontemporer memperlihatkan bahwa tantangan terhadap ideologi Pancasila, baik kini maupun nanti, beberapa di antaranya telah tampak di permukaan. Tantangan dari dalam di antaranya berupa berbagai gerakan separatis yang hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apa yang terjadi di Aceh, Maluku, dan Papua merupakan sebagian contoh di dalamnya. Penanganan yang tidak tepat dan tegas dalam menghadapi gerakan-gerakan tersebut akan menjadi ancaman serius bagi tetap eksisnya Pancasila di bumi Indonesia. Bahkan, bisa jadi akan mengakibatkan Indonesia tinggal sebuah nama sebagaimana halnya Yugoslavia dan Uni Soviet.
Tidak kalah seriusnya dengan tantangan dari dalam, Pancasila juga kini tengah dihadapkan dengan tantangan eskternal berskala besar berupa mondialisasi atau globalisasi. Globalisasi yang berbasiskan pada perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi, secara drastis telah mentransendensi batas-batas etnis bahkan bangsa. Jadilah Indonesia kini, tanpa bisa dihindari dan menghindari, menjadi bagian dari arus besar berbagai perubahan yang terjadi di dunia. Sekecil apa pun perubahan yang terjadi di belahan dunia lain akan langsung diketahui atau bahkan dirasakan akibatnya oleh Indonesia. Sebaliknya, sekecil apa pun peristiwa yang terjadi di Indonesia secara cepat akan menjadi bagian dari konsumsi informasi masyarakat dunia. Pengaruh dari globalisasi ini dengan demikian begitu cepat dan mendalam.
B. Rumusan Masalah
1) Apa pengertian globalisasi itu?
2) Sanggupkah Pancasila menjawab berbagai tantangan di era globalisasi tersebut?
3) Akankah Pancasila tetap eksis sebagai ideologi bangsa di era globalisasi?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Globalisasi
Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi berasal dari kata “ global “ yang berarti meliputi seluruh dunia. Jadi globalisasi berarti proses masuknya ke ruang lingkup dunia ( lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia )
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.
Beberapa pengertian globalisasi:
1. Globalisasi adalah sebuah perubahan sosial berupa bertambahnya keterkaitan diantara elemen-elemen yang terjadi akibat perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional
2. Globalisasi juga bisa diartikan proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain
3. Selain itu globalisasi juga berarti meningkatnya saling keterkaitan antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik dan pertukaran kebudayaan. Jadi globalisasi mencakup semua bidang seperti proses perubahan sosial, arus informasi, aliran barang, jasa dan uang serta pertukaran budaya.
B. Kondisi Pancasila Di Era Globalisasi
Kondisi Pancasila di era globalisasi sangatlah terkontaminasi dari adanya berbagai macam aspek yang membuat Pancasila tersebut menjadi tidak seperti yang seharusnya.
Dilihat dari melencengnya nilai-nilai Pancasila yang selama ini telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa ini, sebagai contoh ialah terjadinya dis-integrasi bangsa yang telah jelas-jelas melanggar sila ke-3 yaitu persatuan Indonesia, atau masih banyak yang lainnya.
Dan jika dilihat lagi dari berbagai aspek masalah yang sedang dihadapi bangsa indonesia, kita seharusnya kembali menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila tersebut. karena pancasilalah yang merupakan pondasi bangsa indonesia untuk menghadapi bebagai masalah khususnya di era global seperti saat ini, yang membuat rentan sekali nilai-nilai pancasila tersebut memudar dikarenakan perubahan zaman oleh adanya globalisasi.
C. Pancasila Dapat Menjawab Berbagai Tantangan Di Era Globalisasi
Seharusnya Pancasila sanggup menjawab berbagai tantangan di era globalisasi, karena dari implikasi dari dijadikannya Pancasila sebagai pandangan hidup maka bangsa yang besar ini haruslah mempunyai sense of belonging dan sense of pride atas Pancasila. Untuk menumbuhkembangkan kedua rasa tersebut maka melihat realitas yang tengah berkembang saat ini setidaknya dua hal mendasar perlu dilakukan;
1. penanaman kembali kesadaran bangsa tentang eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Penanaman kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa mengandung pemahaman tentang adanya suatu proses pembangunan kembali kesadaran akan Pancasila sebagai identitas nasional. Upaya ini memiliki makna strategis manakala realitas menunjukkan bahwa dalam batas-batas tertentu telah terjadi proses pemudaran kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Salah satu langkah terbaik untuk mendekatkan kembali atau membumikan kembali Pancasila ke tengah rakyat Indonesia tidak lain melalui pembangunan kesadaran sejarah.Tegasnya Pancasila didekatkan kembali dengan cara menguraikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan rakyat Indonesia, termasuk menjelaskannya bahwa secara substansial Pancasila adalah merupakan jawaban yang tepat dan strategis atas keberagaman Indonesia, baik pada masa lalu, masa kini maupun masa yang akan datang.
2. perlu adanya kekonsistenan dari seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin negeri ini untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak. Janganlah sampai Pancasila ini sekadar wacana di atas mulut yang disampaikan secara berbusa-busa hingga menjadi basi sementara di lapangan penuh dengan perilaku hipokrit. Dengan demikian, penghayatan dan pengamalan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sudah merupakan suatu conditio sine qua non bagi tetap tegaknya Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Salah satu tantangan terbesar yang perlu segera dijawab bangsa yang besar ini, khususnya oleh para pemegang kekuasaan, adalah menjawab tantangan atas lemahnya kesejahteraan rakyat dan penegakan keadilan. Ketimpangan kesejahteraan antara kota dan desa, terlebih Jawa dan luar Jawa merupakan salah satu permasalahan besar yang harus segera dijawab oleh bangsa ini. Terasa sesak bagi kita semua bila mengingat bahwa di alam sejarah dewasa ini masih ada bagian dari bangsa ini yang secara mengenaskan masih hidup di alam prasejarah! Masalah penegakan keadilan juga menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian serius para pengambil kebijakan. Keadilan sosial yang telah lama digariskan para pendiri negeri ini sering menjadi kontraproduktif manakala hendak ditegakkan di kalangan para penguasa dan pemilik uang. Jadilah hingga sekarang ini pisau keadilan yang dimiliki bangsa ini masih merupakan pisau keadilan bermata ganda, tajam manakala diarahkan kepada rakyat kebanyakan, dan tumpul atau bahkan kehilangan ketajamannya sama sekali manakala dihadapkan dengan para pemegang kekuasaan atau pemilik sumber-sumber ekonomi.
Bila dua hal itu saja mampu dikedepankan bisa jadi bangsa yang besar ini tidak akan mudah tergoyahkan oleh berbagai tantangan dan ancaman yang ada, baik dari dalam maupun dari luar. Ancaman dari dalam bisa jadi akan pupus dengan sendirinya manakala kesejahteraan rakyat terkondisikan pada keadaan yang baik dan keadilan dapat ditegakkan dengan seadil-adilnya.
D. Pancasila Tetap Eksis Sebagai Ideologi Bangsa Di Era Globalisasi
Ancaman dari luar, termasuk arus besar globalisasi sekalipun tidak akan menggeruskan Pancasila sebagai sebuah ideologi tetapi justru akan menjadikan Pancasila sebagai kekuatan yang mampu mewarnai arus besar globalisasi. Terlebih karena globalisasi bagi bangsa ini bukanlah merupakan barang baru.
Pada akhirnya, menjadi baik kiranya bila menyimak kembali apa yang pernah dikatakan oleh Roeslan Abdulgani (1986), "Pancasila kita bukan sekadar berintikan nilai-nilai statis, tetapi juga jiwa dinamis. Kurang gunanya kita, hanya secara verbal mencintai kemerdekaan, kalau kita tidak berani melawan penjajahan, baik yang tradisional-kuno maupun yang neokolonial. Kurang gunanya kita, secara verbal saja menjunjung tinggi sila Ketuhanan Yang Mahaesa, kalau kita takut melawan kemusyrikan. Kurang guna kita, secara verbal saja mengagungkan sila Perikemanusiaan, kalau kita membiarkan merajalelanya situasi yang tidak manusiawi. Kurang faedahnya kita, secara verbal saja cinta Persatuan Indonesia, kalau kita membiarkan merajalelanya rasa nasionalisme dan patriotisme merosot dan membiarkan bangsa lain mengeksploitasikan kebodohan dan kelemahan rakyat kita. Kurang manfaatnya kita cinta sila Kerakyatan kalau kita membiarkan keluhan rakyat tersumbat. Kurang artinya kita ngobrol saja tentang sila Keadilan Sosial, kalau kita membiarkan kepincangan sosial ekonomis merajalela.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
bangsa Indonesia sendiri sebagai pemilik Pancasila. Mencoba untuk mencari jawaban atas berbagai tantangan tersebut maka jawabannya adalah bahwa Pancasila akan sanggup menghadapi berbagai tantangan tersebut asalkan Pancasila benar-benar mampu diaplikasikan sebagai weltanschauung bangsa Indonesia.
B. Saran
Kita harus menerapkan nilai-nilai pancasila di era globalisasi karena pancasila merupakan dasar ideologi bangsa indonesia., Sehingga kita sebagai bangsa indonesia tidak mudah terpengaruh oleh perubahan zaman yang dikarenakan adanya globalisasi.
Langganan:
Postingan (Atom)